Latest News

Profil dan Biografi Setya Novanto Ketua DPR RI

Profil dan Biografi Setya Novanto Ketua DPR RI
Setya Novanto - Google Images
Profil serta Biografi Setya Novanto Ketua DPR RI - Nama Setya Novanto kini semakin dikenal publik dan setiap hari ramai dibicarakan orang banyak karna terlibat kasus pencatutan nama presiden dalam aksinya menegosiasikan proyek perpanjangan PT.Freeport Indonesia dangan pengusaha minyak Riza Chalid dan Maroef Sjamsoeddin Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Kasusnya ramai karna Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan Setya Novanto ke MKD atas pencatutan nama Jokowi oleh Setya Novanto dalam lobi proses perpanjangan kontrak Freeport dan kini kasusnya sedang di bahas di MKD yang penuh dengan "adegan" politik.Baca juga : Biografi Maroef Sjamsoeddin)


BIOGRAFI SETYA NOVANTO KETUA DPR RI.

Setya Novanto sukses menduduki kursi wakil rakyat selam tiga periode berturut-turut. Setya Novanto juga seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak perusahaan di Batam serta Jakarta. Dan siapa sangka keberhasilan itu berawal dari garis kemiskinan orang tuanya yang bercerai semenjak dia duduk di bangku Sekolah Dasar.

Bapak murah senyum yang akrab disapa Setya ini memulai perjalanan hidupnya sebagai pengusaha kecil-kecilan ketika dia duduk di bangku kuliah serta hidup terpisah dengan kedua orang tua serta saudaranya. Ia memulai bisnisnya dengan berjualan beras serta madu di Surabaya. Ketika itu, Novanto berusaha untuk menjaga kelangsungan hidup di kota orang agar dapat terus kuliah serta menjadi orang berhasil sebagaimana yang dia citakan. 

Bukan hanya itu saja, Ia juga bekerja sebagai sales di sebuah dealer penjualan mobil di tengah kesibukan kuliahnya. Kepintaran dan kepiawaiannya dalam memasarkan produk menjadikan empunya dealer mempercayainya sebagai Kepala Penjualan Mobil di seluruh wilayah Indonesia Timur.
Profil dan Biografi Setya Novanto Ketua DPR RI
Setya Novanto - Google Images
Saat kembali ke Jakarta, Setya Novanto yang sudah meraih gelar sarjana muda melanjutkan pendidikannya di Universitas Trisakti. Tapi, modal yang dia dapatkan ketika bekerja di dealer mobil habis digunakan untuk membayar biaya pendaftaran kuliah. Setya Novanto pun memutar otak untuk menjalankan bisnis kembali dengan membuka kios fotokopi di dekat kampus.

Dari sinilah bakat bisnis lelaki kelahiran 12 November 1954 dibermula. Melalui kejujuran serta kerja keras serta keuletannya, Setya Novanto mulai mengembangkan bisnis yang dimulai dengan perkenalannya pada ayah dari salah seorang teman. Setya Novanto diminta untuk mengembangkan bisnis SPBU di daerah Cikokol, Tangerang yang selanjutnya sukses dia kembangkan serta berhasil. 

Dan tidak berapa lama selanjutnya, bersama teman-temannya dia mulai mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan. Keberhasilan demi keberhasilan akhirnya Setya Novanto raih.

Setya Novanto tidak hanya mengelola perusahaan peternakan, namun juga mulai mengembangkan bisnis lain yang sukses dia dapatkan dari hasil negosiasi. Tidak lama berselang dia mulai membangun perusahan yang bergerak di bidang transportasi serta perdagangan.

Rupanya keberhasilan demi keberhasilan sukses dia raih melalui kegigihan serta tekadnya untuk menjadi orang sukses da berhasil. Hingga sekarang, banyak perusahaan yang sukses dia bangun serta kembangkan. Tentunya dengan berbagai jatuh bangun, dia lebih memilih untuk bangun serta memulai kembali.

Selepas sukses menjadi pengusaha berhasil menjadikan ayah dari empat anak ini ingin mencoba terjun pada dunia lain. Setya Novanto akhirnya dunia politik yang dia pilih. Bermula dengan menjadikan buku tentang eks presiden Soeharto ketika itu, dia bersama teman-temannya menerbitkan buku berjudul "Manajemen Soeharto". Tapi, buku tersebut dilarang beredar setelah bentrokan Mei 1997.

Tertarik dengan dunia politik, Setya Novanto mulai bergabung dengan Organisasi Bahumas Kosgoro serta PPK Kosgoro 1957, menjadi anggota Partai Golkar, aktif di kepengurusan KONI serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekarang, Setya Novanto tidak hanya menjadi pengusaha berhasil, karena kiprahnya di dunia politik pun makin teruji saat dia berturut-turut menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode. 

PENDIDIKAN SETYA NOVANTO

  • Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Management (1983)
  • Universitas Widyamandala Surabaya, Fakultas EkonomiJurusan Akuntansi (1979)
  • SMA Negeri 9, Jakarta (1970 - 1973)
  • SMP Negeri 73 Tebet, Jakarta (1967 - 1970)
  • SD Negeri 5, Bandung
  • TK Dewi Sartika, Bandung


KARIR SETYA NOVANTO

  • PT. Nagoya Plaza Hotel, Batam-Presiden Komisaris (1987 - 2004)
  • PT. Dwisetia Indo Lestari, Batam-Komisaris (1987 - 2004)
  • PT. Bukit Granit Mining Mandiri, Batam-Komisaris (1990 - 2004)
  • PT. Orienta Sari Mahkota-Komisaris (1992 - 2003)
  • PT. Menara Wenang, Jakarta-Komisaris (1992 - 2003)
  • PT. Solusindo Mitra Sejati, Jakarta-Komisaris (1992 - 1996)
  • PT. Dwimarunda Makmur, Jakarta-Direktur (1992 - 2000)
  • PT. Bogamakmur Arthawijaya, Jakarta-Komisaris (1996 - sekarang)
  • Founder Tee Box Cafe, Jakarta (1996 - sekarang)
  • NOVA GROUP, Jakarta- Presiden Komisaris (1998 - 2004)
  • PT. Mulia Intan Lestari, Jakarta-Presiden Direktur (1999 - 2000)
  • Anggota DPR-RI dari Partai Golkar (1999 - 2004, 2004 - 2009, 2009 - 2014)
  • Ketua Fraksi Partai Golkar (2009 - 2014)
  • Ketua DPR (2014-sekarang)


BIODATA SETYA NOVANTO

  • Nama Lengkap : Setya Novanto
  • Profesi : Ketua DPR
  • Agama : Islam
  • Tempat Lahir : Bandung
  • Tanggal Lahir : Hari Jumat, 12 November 1954
  • Zodiac : Scorpion
  • Warga Negara : Indonesia


PERJALANAN POLITIK

Nama Setya Novanto bertubi-tubi disebut dalam serangkaian kasus. Lainnya kasus, ada juga aksi Setya Novanto yang dikritik masyarakat kala Setya kasus paling heboh ialah saat dia tampil bersama kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump pada 3 September lalu.

Adanya Setya Novanto di kampanye Trum membuahkan petaka buat politisi Golkar tersebut, karena ketika Trump bertanya, ”Apakah orang Indonesia menyukai saya?" Setya menjawab, ya. Kritik dari masyarakat menghujam Setya Novanto.Selepas itu, dia menghadapi laporan ke Dewan Mahkamah Kehormatan DPR. Lalu Setya Novanto diundang oleh kerajaan Saudi Arabia untuk berhaji pada 21 September lalu. Setya Novanto pun tidak luput dari kritikan masyarakat.

Namun kelihatannya tidak semua netizen senang dengan kabar naik haji gratis kedua anggota parlemen ini. Tidak hanya gratis, mereka juga tak perlu mengantri bertahun-tahun sebagaimana yang dilakukan jemaah haji lainnya.

Rupanya tidak berhenti di situ, karna belakangan beberapa kasus besar dikaitkan oleh Setya Novanto, namanya lagi-lagi menjadi tajuk utama.
Sejatinya nama Setya telah disebut di beberapa kasus besar sebelum jadi Ketua DPR serta ketika menjabat.

Setya Novanto bersama Donal Trumo - Google Images


BERIKUT DAFTAR KASUS YANG DIALAMI SETRA NOVANTO:


1. Kasus dugaan korupsi pengadaan E-KTP
Pada April 2014, ketika itu Setya Novanto masih menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Golkar, namanya disebut oleh eks Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, perihal pengurusan anggaran proyek E-KTP senilai Rp 6 triliun.

Apa kontribusi Setya Novanto? Nazaruddin mengatakan Setya ialah orang yang memberi perintah fee proyek E-KTP dibagi-bagi. Setya juga disebut membagi-bagikan uang dari fee proyek E-KTP ke sejumlah anggota dewan.Setya Novanto buru-buru menyangkal. “Wah aku sih enggak. Dalam soal itu aku gak pernah tahu, serta tak pernah ikut campur," katanya.


2. Kasus dugaan suap Pekan Olahraga Nasional Riau
Pada Oktober 2014, pernah beredar Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengatakan nama Setya Novanto sebagai tersangka kasus suap PON.

Sprindik itu dikirimkan lewat surat elektronik oleh seorang yang akui bernama Bambang Sukoco. Dalam sprindik itu dinyatakan bahwa penyidik sudah melakukan penyidikan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara perihal dengan proses perencanaan serta pelaksanaan penyelenggaraan PON di Riau.

Dalam sprindik itu juga disebut bahwa Setya Novanto selaku anggota DPR serta dijerat dengan pasal 12 huruf e atau huruf b atau pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sprindik ini ditandatangani salah satu pimpinan KPK, Bambang Widjojanto pada 15 September 2014. Namun kebenaran Sprindik dibantah oleh Bambang.



3. Kasus lobi pembelian pesawat Amfibi Jepang
Media Japan Times mengatakan Setya Novanto berujar pada Pertama Menteri Shinzo Abe bahwa Indonesia mempertimbangkan untuk membeli pesawat Amfibi dari Jepang.
Bagi Japan Times, Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan Setya Novanto sudah bertemu dengan Abe di Tokyo serta menyatakan minat tersebut.

Pernyataan Seskab Jepang ini menjadikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meradang. "Saya ini wakil presiden di pertahanan. TNI pun kami yang menyiapkan uang serta diskusi. Jadi Kemhan yang punya uang, yang lain tahu sendirilah," ujar Ryamizard.


4. Kasus dugaan jatah saham di Freeport
Menteri Energi serta Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melaporkan pada Mahkamah Kehormatan DPR atas dugaan pencatutan nama presiden serta wakil presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh oknum anggota DPR. Kasus ini kemudian ramai dengan nama “Papa Minta Saham”.

Sudirman berujar Anggota DPR berinisial SN, bersama dengan seorang pengusaha, sudah beberapa kali memanggil serta bertemu dengan pimpinan PT Freeport Indonesia. Hari Hari Senin, 8 Juni, ialah perjumpaan ketiga.

Tepatnya pada pukul 14:00-16:00 WIB di sebuah hotel di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, anggota DPR itu menjanjikan cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak PT FI serta memohon PT FI memberikan saham pada Jokowi serta Kalla.

Anggota DPR ini menjanjikan sebuah cara penyelesaian kepada pihak yang tengah bernegosiasi dengan RI, sambil memohon saham perusahaan serta saham proyek pembangkit listrik.Belakangan nama anggota DPR yang disebut mengarah pada Setya Novanto.


5. Kasus BBM Pertamina

Dalam 24 jam pamungkas, Setya Novanto kembali terseret kasus baru, yakni dugaan intervensi ke Pertamina. Di kalangan wartawan sekarang beredar kopi surat Setya Novanto kepada Direktur Utama PT Pertamina.

Surat berkop DPR ditujukan kepada Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. Pada surat tertanggal 17 Oktober 2015 itu, Setya Novanto memohon PT Pertamina membayar biaya penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) pada PT Orbit Terminal Merak (OTM) di mana selama ini, PT Pertamina menyimpan bahan bakar di perusahaan tersebut.

Dan sesuai dengan pembicaraan terdahulu serta informasi dari bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran serta Niaga, sekiranya kami bisa dibantu Perihal addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan serta penyerahan Bahan Bakar Minyak di Terminal Bahan Bakar Minyak antara PT pertamina (Persero) dengan PT Orbit Terminal Merak yang telah bapak terima beberapa hari Minggu lalu," tulis surat Setya Novanto.

Banyaknya kasus besar yang mencatut nama Setya Novanto, tapi belum ada tindakan dari Mahkamah Kehormatan DPR dan selalu lolos dari jerat hukum.[*Merdeka + rappler dan berbagai sumber]


Advertisement