Latest News

Profil dan Biografi Tontowi Ahmad Peraih Medali Emas Olimpiade Rio 2016


Profil dan Biografi Tontowi Ahmad Peraih Medali Emas Olimpiade Rio 2016Nama Tontowi Ahmad beberapa hari ini banyak diperbicangkan oleh masyarakat Indonesia, ini karna Tontowi Ahmad atau akrab dipanggil Owi bersama pasangannya Liliana Natsir baru saja meraih emas dalam ajang Olimpiade 2016 mengalahkan pasangan Malaysia dalam dua game langsung 21-14 dan 21-12. Dan Medali emas pun berhasil diraih oleh pasangan yang dibentuk pada 2011 silam ini.

Tontowi Ahmad atau yang akrab dipanggil Owi ini merupakan anak laki-laki pasangan M. Khusni dan Masruroh. Tontowi dilahirkan di Banyumas, Jawa Tengah, 18 Juli 1987. Pebulutangkis dengan tinggi 178 cm ini dibesarkan di Desa Selandaka, Pemalang, rumah kedua orangtuanya. 

Perjalanan Karir bulutangkis Tontowi dimulai di Pelatnas. Tontowi selama ini menjadi pemain pelapis di Pelatnas utama ganda campuran. Dimana sebelum berpasangan dengan Lilyana, Owi pernah turun di beberapa kejuaraan dengan partner berbeda-beda antara lain Greysia Polii, Shendy Puspa Irawati serta Richi Puspita Dili. 

Dan bersama rekan-rekan sebelumnya, penyuka makanan Padang ini tercatat memenangkan beberapa pertandingan seperti Juara Vietnam Open Grand Prix 2007, Juara Vietnam Challenge 2009 dan Juara juara Vietnam Challenge 2009 dan terakhir meraih emas dalam ajang Olimpiade 2016.

Diduetkan dengan Lilyana terjadi setelah PBSI menilai Butet, panggilan akrab Lilyana, perlu pasangan baru. Ini karena usia Nova Widiyanto memasuki angka 35 tahun. Sementara untuk mencari pengganti Nova, PBSI saat itu menyeleksi beberapa nama yaitu Fran Kurniawan, Muhammad Rijal dan Devin Lahardi, termasuk Tontowi. 

Profil dan Biografi Tontowi Ahmad Peraih Medali Emas Olimpiade Rio 2016

Terpilih sebagai pengganti Nova, Tantowi menunjukkan penampilan apiknya di pertandingan pertama bersama Lilyana. Dimana mereka berhasil membawa pulang gelar juara di turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2010. Kala itu mereka berhadapan dengan rekan senegara sendiri, Hendra Aprida Gunawan dan Vita Marissa. Menang dengan skor 21-14, 21-18, pasangan ini mulai menunjukkan kapasitas mereka. 

Tontowi semakin mantap mengumpulkan gelar juara bersama Lilyana yang berusia 2 tahun diatasnya. Beberapa torehan juara dari ganda campuran ini antara lain Juara Malaysia Open GP Gold 2011, Juara Sunrise India Open Super Series 2011, Juara Swiss Open 2012, Runner-Up Yonex Denmark Open 2012 dan masih banyak lainnya. 

Tetapi , diantara gelar juara yang berhasil mereka dapatkan, menjadi Juara Yonex All England Badminton Championships 2013 bisa dibilang adalah prestasi terbesar mereka. Hal tersebut karena sektor ganda campuran Indonesia terakhir kali keluar menjadi juara di event yang sama 33 tahun yang lalu. 

Bukan hanya itu saja, pasangan ini kembali membawa kebanggaan bangsa di 2013 ini. Lewat ajang pertandingan BWF World Championsip di Guangzhou, China, Agustus lalu, Owi dan Butet keluar sebagai juara dunia. Mereka mengalahkan ganda campuran tuan rumah, China, Xu Chen-Ma Jin. 

Pertarungan olahraga raket yang terjadi dalam 3 babak tersebut berhasil dimenangkan Tontowi dan Lilyana dengan skor 21-13, 16-21 dan 22-20. Saat ini pasangan ganda campuran Indonesia ini menempati posisi ke-3 Ranking Badminton World Federation. 


BIODATA TANTOWI AHMAD


  • Lahir: 18 Juli 1987 (29 tahun), Kabupaten Banyumas, Indonesia
  • Tinggi: 5 ft 10″
  • Pasangan: Michelle Harminc (m. 2014)
  • Anak: Danish Arsenio Ahmad
  • Penghargaan: Indonesia KCA untuk Atlet Favorit
  • Orang tua: Masruroh, Muhammad Husni Muzaitun



Prestasi Tantowi Ahmad

Tantowi Ahmad - Lilyana Natsir, French Open Super Series 2013

Ganda Putra
Perempat final Yonex German Open 2008 (bersama Muhammad Rijal)

Ganda Campuran
Bersama Shendy Puspa Irawati
Juara Vietnam GP 2008

Bersama Richi Puspita Dili
Juara Vietnam International Challenge 2009

Bersama Greysia Polii
Perempat final Yonex-Sunrise Badminton Asia Championships 2010

Bersama Lilyana Natsir

  • Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2010
  • Runner-Up Chinese Taipei GP Gold 2010
  • Juara Indonesia Open GPG 2010
  • Juara Sunrise India Open Super Series 2011
  • Juara Malaysia Open GP Gold 2011
  • Juara Singapura Open Super Series 2011
  • Runner-up Indonesia Open Super Series Premier 2011
  • Juara Sea Games 2011
  • Juara Kumpoo Macau Open 2011
  • Juara Yonex All England Open Badminton Championships 2012
  • Juara Swiss Open 2012
  • Juara Yonex Sunrise India Open 2012
  • Runner-Up Djarum Indonesia Open Super Series 2012
  • Juara Indonesia Open GP Gold 2012
  • Runner-Up Yonex Denmark Open 2012
  • Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2012
  • Juara Yonex All England Badminton Championships 2013
  • Semifinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2013
  • Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2013
  • Semifinal Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013
  • Juara Li-Ning Singapore Open Super Series 2013
  • Juara BWF World Championship 2013
  • Runner-Up Yonex Surise Indonesia Open GP Gold 2013
  • Runner-Up Yonex Denmark Open Super Series Premier 2013
  • Juara Victor China Open Super Series Premier 2013
  • Juara Yonex All England Badminton Championships 2014
  • Juara OUE Badminton Singapore Open 2014
  • Juara French Open Super Series 2014
  • Runner-Up Yonex All England Badminton Championships 2015
  • Semifinal Maybank Malaysia Open 2015
  • Juara Ganda Campuran Olimpiade Rio Brazil 2016


Advertisement